Benarkah Kecelakaan Bermotor itu Bagian dari Teguran ?

Benarkah Kecelakaan Bermotor itu Bagian dari Teguran ?

Kemarin, Hari Minggu Tertanggal 07 Februari 2021 Saya didatangi oleh Seorang Teman dan Menginformasikan Kalau Anak Saya Kecelakaan dan Menabrak Pengendara Lain. Bukan Menjadi Hari Naas Bagi Mu “Zeinic D. Keiser/Nic : Kami Memanggilmu” Melainkan Menjadi Salah Satu Hari Bersejarah dalam Hidup Mu, Karena di Hari Tersebut Kecelakaan Sepeda Motor Pertama yang Kamu Alami. Dan Tulisan ini akan Saya Share di Beberapa Media Sosial sebagai Pengingat Nantinya Kalau Hari Tersebut Menjadi Salah Satu dari Hari Bersejarah Buat Mu.

Sempat Kaget, Bukan Karena Kecelakaan Tersebut, Melainkan 4 Hari Sebelumnya Kamu datang dan Meminta untuk diajari Bagaimana Cara Mengendarai Sepeda Motor. Awalnya Saya Berpikir untuk Tidak Mengizinkannya, Mengingat Umurnya yang Masih 12 Tahun Berjalan. Tetapi Jika Saya Mengingat Kilas Balik 28 Tahun yang Lalu, Saya pun Waktu itu Meminta Kepada Almarhum Bapak untuk diajari Juga Bagaimana Cara Mengendarai Sepeda Motor Tepat diumur Saya yang Ke 13 Tahun. Bedanya Hanya di Jenis Sepeda Motor, Kalau Nic Sekarang Menggunakan Sepeda Motor Honda Matic, Kalau Saya dulu Menggunakan Sepeda Motor Suzuki X-Super yang Katanya Tingkat Kesulitan Sedikit Berbeda Ketika Belajar, Karena Menggunakan Kopling Tangan.

Kembali ke Kejadian Kecelakaan Yang Menimpa Nic, Awal Kali Melihatnya Alhamdulillah Kondisinya Baik-Baik Saja, Hanya Sedikit Kotor di Baju Bagian Lengan dan Punggung serta ada Sedikit Luka Goresan dibawah Pundaknya, Tapi Secara Keseluruhan Alhamdulillah Kondisinya Baik. Lumayan Khawatir, Awalnya Ketika Datang Minta Izin untuk Belajar Sepeda Motor, Saya Mengira hanya di Sekitaran Rumah Saja. Entah Nyalinya Bagus atau Penasarannya yang Lebih Tinggi, Ternyata Latihannya Langsung di Jalan Utama yang Nota Bene Penuh dengan Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat dengan Kecepatan Maksimal.

Sampai Pada Saat Menulis Tulisan ini, Belum Terpikirkan untuk Melarangnya Menggunakan Sepeda Motor Lagi. Mengingat Saya Juga Pernah Mengalami Hal Serupa, Sejak Tahun 1993-1996 Saya Pernah Kecelakaan 3 Kali Sampai-Sampai Ibu Saya Mengharamkan Saya Menggunakan Sepeda Motor. Tahun 1999 Saya Meminta ke Ibu Saya untuk Kata-Kata Haram tersebut dicabut Kembali, dikarenakan Saya Kadang Malu ketika diminta Ibu/Bapak Kost untuk Mengantar Anaknya dan Selalu Saya Menjawab “MAAF Ibu/Bapak Saya Tidak Tau Bawa Motor” Hehehe… Dan Pada Tahun 2005, Tepatnya Saya Masih Pengantin Baru, Saya Kecelakaan Sepeda Motor Lagi Bersama ISTRI dan Lumayan Parah, Tempurung Lutut Kaki Kiri Saya Sedikit Bergeser dan Saya Tidak Mampu Berjalan Kurang Lebih Selama 3 Bulan.

Sedikit Hikmah dari Kejadian Kecelakaan diatas, mungkin Kita Harus Memperhatikan Beberapa Hal. Yang Pertama, Sebelum Berkendara Jangan Lupa BerdoĆ”, Semoga Sang Pemilik Hidup Memberi Keselamatan Selama Perjalanan. Yang Kedua, Jangan Lupa Bersedekah. Karena Salah Satu Keajaiban Sedekah adalah Menghindarkan Kita dari Bala’. Yang Ketiga, Harus Tetap Berhati-Hati Selama Berkendara, dan Semoga Orang Lain Juga Sama dengan Kehati-Hatian Kita, Karena Terkadang Kita Sudah Penuh Kehati-Hatian, Orang Lain Berkendara Tidak Memikirkan Keselamatan Orang Lain. Yang Keempat, Perbanyaklah Teman dan Seringlah Bersilaturrahmi, Karena Musibah Kita Tidak Tau Kapan Datangnya, Bersyukurlah Ketika Kita Tertimpa Musibah ada Teman atau Orang Berhati Baik Yang Mau Menolong Kita.

Wallahua’lam…

2 Comments

  1. Kaget, khawatir bercampur jadi satu.
    Semoga engkau (nic) selalu dalam lindungan Allah SWT dimanapun kamu berada, semoga engkau jadi pribadi yang kuat dan mandiri nantinya.
    Harapan kami selalu yang terbaik buatmu didalam hidupmu. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *